Komisi C Apresiasi Pemkot Surabaya Perpanjang PSBB

KJ, Surabaya – Komisi C DPRD Kota Surabaya sangat mengapresiasi Pemkot Surabaya yang memperpanjang masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ketua Komisi C, Baktiono mengatakan, masa perpanjangan PSBB tahap dua ini guna melokalisir penyebaran virus corona Covid-19 ini agar tidak semakin meluas di Kota Surabaya ini.

“Jadi apa yang dilakuka Pemkot Surabaya sudah cukup baik, dengan memperpanjang PSBB dari semula tanggal 28 April sampai 11 Mei, kini diperpanjang sampai tanggal 23 Mei 2020.”ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (11/05/20).

Ia menjelaskan, apa yang telah diputuskan baik oleh Pemerintah Pusat, Pemprov Jatim, dan Pemkot Surabaya soal PSBB ini sangat baik. Karena apa, semakin banyak warga yang di rapid test tentunya semakin terlihat banyak warga yang mungkin saja terpapar virus corona.

Baktiono menerangkan, banyak warga yang sudah paham soal virus corona Covid-19 dan penerapan PSBB, serta protokol kesehatan, namun masih saja banyak warga yang mengabaikan protokol kesehatan. Jika ini tidak dilokalisir, maka tidak menutup kemungkinan warga masih tetap berkeliaran dimana-mana.

“Untuk itu keputusan perpanjang PSBB di Surabaya sudah sangat tepat, agar masyarakat lebih mematuhi pentingnya memutus mata rantai Covid-19.”tegasnya.

Saat ditanya soal isolasi mandiri, Baktiono kembali mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kepada seluruh warga Kota Surabaya yang sudah mulai menyadari jika ada warga nya yang berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP), dengan sigap lingkungannya di isolasi secara mandiri.

Saat ini, kata Baktiono, terpenting adalah penyaluran distribusi bantuan sosial oleh Pemkot Surabaya segera di berikan ke warga yang tengah menjalani isolasi diri, baik bantuan sembako maupun bantuan lainnya.

Bantuan sosial tersebut, jelas Baktiono, bukan hanya diberikan kepada warga yang bertempat tinggal di lingkungan RW, tapi juga di luar lingkungan RW tetap harus diberikan. Misalnya, warga yang mengontrak atau kos, ini bisa diberi bantuan sosial saat melakukan isolasi mandiri.

Pihak RW, tutur Baktiono, bisa mengusulkan kepada Pemkot Surabaya agar warga yang kos maupun ngontrak dan memang warga kategori tidak mampu, agar bisa dimasukan kedalam data MBR yang berhak menerima bantuan sosial.

“Maka jika ada warga yang ingin memasukan data MBR bisa berkoordinasi dengan RW, sehingga pihak RW bisa memerintahkan Ketua RT nya untuk mengecek kondisi warga, jika memang MBR maka warga tersebut berhak menerima bantuan sosial selama PSBB.”ungkapnya.(Tris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below