Diskominfo Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Publik

Foto: Diskominfo Provinsi Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Informasi Publik secara virtual diikuti oleh 52 Organisasi Perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Nganjuk.

Kabarjagad.id, Kabupaten Nganjuk – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Informasi Publik secara virtual, kegiatan Bimtek ini juga diikuti oleh 52 Organisasi Perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Nganjuk, Selasa (16/5/2023).

Bimtek Pengelolaan Pelayanan Informasi Publik ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari penilaian Sibekisar (Sistem Integritas Bersama Kinerja Implementasi Budaya Cettar) tahun 2023 yang dikomandani oleh Biro organisasi Pemprov Jatim.

“Oleh sebab itu, Bimtek ini sangat penting agar kita bisa memahami indikator- indikator yang menjadi bagian penilaian Sibekisar tersebut. Kominfo Jatim dari penilaian Sibekisar ada dua hal sebagai pemangku penilaian, yaitu di Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” tutur Plt. Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfo Jatim, H Assyari, saat membuka acara.

Kegiatan ini juga sebagai upaya mewujudkan Nawa Bhakti Satya ke 8, yakni Jatim Amanah. Pada Bhakti 8 ini, Diskominfo Jatim mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang bersih efektif, transparan dan bebas dari korupsi. Antara lain dengan upaya-upaya pengawasan pelayanan publik melalui sistem pengelolaan dan penanganan pengaduan yang responsif melayani dan efektif.

Assyari juga mengatakan pada Bimtek ini akan disampaikan beberapa indikator, yang pertama adalah hasil pemeringkatan monev yang dilakukan KI Prov Jatim tahun 2022, yang ke dua adalah hasil monitoring laman website PPID badan publik dan yang ke tiga adalah analitik medsos dan laman website.

“Kami berharap pada Bimtek ini semuanya semakin jelas, bagaimana mempersiapkan PPID kita agar lebih memenuhi ekpektasi masyarakat dan layanan informasi publik yang kita kelola benar–benar berguna untuk masyarakat dan bisa membantu pemprov serta Kab/Kota untuk menyosialisasikan, menginformasikan dan mendesiminasikan seluruh kebijakan–kebijakan pemerintah, yang selanjutkan mengikutsertakan sebanyak- banyaknya partisipasi masyarakat,“ ujar Assyari.

Djoko Tetuko Abdul Latif, Konsultan PPID Diskominfo Prov Jatim, mengatakan, hasil Monev dari KI dan monitoring Tim Penilai Sibekisar, sebagian besar PPID di Kab/kota sudah menunjukkan keikutsertaan meskipun masih ada beberapa yang belum memberikan data dan pemantauan hasil monitoring yang baik.

Sementara Ayu Saulina, Pengelola PPID Diskominfo Prov Jatim, mengatakan Jawa Timur mempunyai tagline spirit kerja Cettar (cepat, efektif, efisien, tanggap, transparan, akuntabel responsive) tetapi belum terdapat alat ukur untuk mengetahui tingkat Kecetarran. Sedangkan Sibekisar ini merupakan sistem yang menilai kinerja perangkat daerah sebagai upaya untuk menguatkan kinerja dengan berbasis aplikasi yang digunakan dengan tetap mengedepankan slogan cettar.(juni)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below