Peringatan Haul KH. Bisri Syansuri ke-44 Dihadiri Mendes PDTT

Foto: Suasana peringatan Haul KH. Bisri Syansuri di Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang Ahad (22/1) malam.

Kabarjagad.id, Jombang – Menteri Desa Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi, Halim Iskandar menghadiri Pengajian Umum dalam rangka Peringatan Haul KH. Bisri Syansuri ke-44, Nyai Hj. Nur Khodijah Hasbulloh ke-74 dan Harlah Ponpes Mambaul Ma’arif ke-108 Tahun 2023.

Rangkaian kegiatan diawali pembacaan tahlil oleh KH. Masduki Abdurohman (Pengasuh Ponpes Ar Roudhotul Quran Kecamatan Perak dilanjutkan Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustad Suharto.

Dalam sambutannya, Halim Iskandar menyampaikan kalau KH. Bisri Syansuri termasuk seorang pendiri NU (Nahdlatul Ulama) di tahun 1926. Saat para ulama menyepakati berdirinya organisasi NU. KH. Bisri Syansuri duduk sebagai A’wan (anggota) Syuriah dalam susunan PBNU pertama kali, ujar Mendes PDTT.

Dikatakan Mendes Halim, sejak KH. Hasyim Asyari wafat pada tahun 1947, jabatan Rais Akbar dihapuskan, diganti Rais Aam. Posisi itu dijabat KH. Abdul Wahab Hasbullah dan KH. Bisri Syansuri ditetapkan sebagai wakilnya. Tahun 1972 Kiai Bisri Syansuri menggantikan KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai Rais Aam sampai akhir hayatnya, kata Halim Iskandar.

“Kiai Bisri Syansuri lahir di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada 18 September 1886 silam. Syansuri merupakan putra ketiga dari lima bersaudara pasangan KH. Syansuri dan Nyai Mariah. Semasa kecil, KH. Bishri Syansuri belajar pada KH. Abd Salam, seorang ahli dan hafal al-Qur’an dan juga ahli dalam bidang fiqih. Gurunya itu dikenal sebagai tokoh yang disiplin dalam menjalankan aturan-aturan agama, tandasnya.

Sementara itu, KH. Imam Taufiq (Rektor UIN Semarang yang juga merupakan Alumni Ponpes Mambaul Ma’arif mengatakan bahwa, KH. Bisri Syansuri merupakan tokoh nasional serta tokoh ulama yang wirai salah satu pendiri NU dan pernah menjabat Rois PBNU.

Kita selalu mengenal dalam hal ini sebagai suri teladan, sebagai generasi muda KH. Bisri Syansuri menimba ilmu dari tempat satu ke tempat lain atau dari guru ke guru lain, dan saya pribadi sangat senang bisa menimba ilmu di Ponpes Mambaul Maarif ini pada tahun 1987, kita di teguhkan sebagai santri dan saling menyambung gagasan sejalan dan sepaham

KH. Imam Taufiq mengajak untuk bersama sama berdoa untuk kelangsungan agar kehidupan generasi alumni ponpes Mambaul Maarif selalu dalam keberkahan, kelancaran, kesehatan dan kesuksesan dalam segala hal apapun mengingat pada jaman yang semakin modern ini. Ulama adalah seseorang yang mengenal syariat Allah yang menjadi rambu-rambu dan tuntunan dalam menjalankan kehidupan di dunia, jelasnya.

Ditempat yang sama, Muhaimin Iskandar, Ketum PKB/Wakil DPR RI mengatakan, dalam situasi sekarang ini kita bersyukur masih bisa melaksanakan haul, mengapa demikian karna kemarin ada Covid-19 yang menimpa negara kita dan dunia, untuk itu mari kita berdoa dan perlu evaluasi peradaban kita ini, ajak Muhaimin.

Menurutnya, ajaran NU sampai saat ini masih relevan, dalam menata negara NU memiliki peran yang sangat penting khususnya dalam menjaga perdamaian bangsa. Warisan suri tauladan yang sudah ditinggalkan oleh KH. Bisri Syansuri mari kita jaga dan kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari

KH. Bisri Syansuri merupakan tokoh nasional dan tokoh agama sekaligus Pendiri Ponpes Mamba’ul Ma’arif Jombang yang lahir pada tanggal 18 September 1886 dan wafat pada tanggal 25 April 1980, peringatan Haul nya dirayakan setiap tahun sebagai bentuk kecintaan para dzuriyah dan para santri untuk mengenang jasa dan perjuangan almarhum selama hidupnya, pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Kapolres Jombang AKBP Moh. Nurhidayat , Jazilul Fawaid (Wakil Ketua MPR RI), Akhmad Jazuli, (Staf ahli SDM Pemprov Jatim), Thoriqul Haq (Bupati Lumajang/Alumni Ponpes Mambaul Ma’arif), KH. Abdusalam Sohib (Pengasuh Ponpes Mambaul Maarif), Nyai Hj. Muslikhah Sokhib (Pengasuh ponpes Mambaul Maarif), KH. Abdul Qoyum Manshur (Pengasuh Ponpes An Nur Lasem), KH. Ubaidillah Shodaqoh (Rois Syuriah PWNU Jateng), KH. Imam Taufiq (Rektor UIN Semarang/Alumni Ponpes Mambaul Ma’arif), Alumni, Santriwan dan santriwati Ponpes Mambaul Ma’arif, Jama’ah pengajian umum serta undangan. (Ash).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below