Kabarjagad, Nganjuk – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui pendekatan edukatif dan dialog langsung dengan pelajar, upaya pemerintah dalam membentengi generasi muda dari berbagai risiko sosial.
Salah satu langkah Pemkab Nganjuk diwujudkan melalui kegiatan Roadshow Duta Generasi Berencana (GenRe) yang sukses digelar di Aula SMK Negeri 1 Tanjunganom, dengan menghadirkan narasumber utama Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program penguatan karakter remaja menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045 ini tidak hanya diikuti oleh peserta didik SMKN 1 Tanjunganom, melainkan juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat terkait.
Antara lain Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Nganjuk, Anggota Komisi IV DPRD Nganjuk, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Nganjuk, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB) Nganjuk, Forkopimcam Tanjunganom, Kepala SMKN 1 Tanjunganom beserta seluruh Dewan Guru, serta berbagai undangan lainnya.
Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Handy mengatakan bahwa masa remaja merupakan periode krusial yang akan menjadi penentu kualitas masa depan seseorang maupun bangsa, besarnya potensi yang dimiliki oleh para remaja harus selalu diimbangi dengan kemampuan untuk mengendalikan diri, agar tidak terjerumus pada berbagai bentuk perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan mereka sendiri.
“Kita tidak bisa hanya melihat potensi besar yang ada pada para generasi muda tanpa memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman yang tepat tentang bagaimana mengelola diri serta menghadapi berbagai tantangan yang ada di masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan yang positif dan siap membawa nama baik Kabupaten Nganjuk serta Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” tutur Mas Handy.
Mas Hendy berharap kegiatan Roadshow Duta GenRe ini dapat menjadi momentum untuk mempererat kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak terkait dalam membangun generasi muda yang berkualitas, berkarakter kuat, dan mampu bersaing di era globalisasi tanpa harus mengorbankan nilai-nilai positif budaya dan norma sosial yang berlaku.
“Bukan hanya hanya tugas pemerintah untuk membangun potensi generasi muda tapi juga lembaga pendidikan dan juga orang tua, mari bersama sama di era globalisasi ini bukan hanya mengawasi tapi juga memberikan pelajaran nilai-nilai positif budaya dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat,” ucapnya. (Jun)












