Gerakan Bersih Pantai Awal Gita Laut

Kabarjagad.id, Yogyakarta  – Gerakan Bersih Pantai telah memulai rangkaian kampanye Gerakan Cinta Laut (Gita Laut) di DIY. Kegiatan yang diikuti oleh 750 orang ini telah dilaksanakan pada Sabtu (19/11) di Pantai Baru Srandakan, Bantul.

Plh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Wiyos Santoso saat membacakan sambutan Gubernur DIY pada pembukaan kegiatan Gita Laut Tahun 2022 mengatakan, Gita Laut dapat dimaknai sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut. Melalui aturan ini Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik yang masuk ke laut.

“Gerakan ini bermaksud mengurangi sampah plastik yang masuk ke laut hingga 70% sampai tahun 2025. Seiring greget golong gilig , Gita Laut diawali dengan Gerakan Bersih Pantai yang melibatkan generasi muda dan masyarakat pesisir. Selain itu, diikuti pula beberapa acara pelestarian dan ekosistem ekosistem lingkungan pantai,” tulisnya.

Wiyos menjelaskan, dalam konsep pengelolaan air, falsafah Mamasuh Malaning Bumi  sangat relevan untuk diimplementasikan. Falsafah ini merupakan sikap pro-aktif dalam menjaga keharmonisan berlandaskan pada interaksi antar elemen di bumi.

“Bukankah menjadi tugas manusia untuk memperindah keindahan dunia? Menjaga bumi agar menjadi tempat yang layak untuk ditinggali? Dalam konteks ini, sesanti Mandaya Ajining Samudra , dapat dimaknai sebagai upaya manusia memanfaatkan potensi laut, sekaligus menjaga kelestarian sumber dayanya,” paparnya.

Dengan berbagai harapan bagi alam, utamanya laut seperti itulah, Pemda DIY menyambut baik berbagai kegiatan Gita Laut sebagai tandang gawe  pemberdayaan masyarakat, sebagai garda utama lingkungan hidup.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongko mengatakan, Gita Laut merupakan upaya menumbuhkan kecintaan budaya bahari sebagai jati diri bangsa maritim. Pelaksanaan Gita Laut 2022 ini mengambil tema Bulan Cinta Laut: Laut Sehat, Indonesia Sejahtera.

“Pengembangan kelautan dan perikanan sangat erat dengan konsep ekonomi biru ( blue economy ), yakni mewujudkan keseimbangan antar dua aspek ekosistem yaitu aspek ekologi dan aspek ekonomi. Dengan Ekonomi Biru, diharapkan dapat membuka peluang investasi, lapangan pekerjaan, dan pemerataan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Menurut Bayu, sesuai dengan tujuan SDGs ke-14, yakni untuk mewujudkan dan memanfaatkan sumber daya kehabisan dan kebijaksanaan secara berkelanjutan, harapannya Gita Laut dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di Pantai Selatan DIY.

Sebagai informasi tambahan, pendanaan kegiatan Gita Laut 2022 bersumber dari Danais DIY. Rangkaian Gerakan Bersih Pantai ini juga tidak hanya dilaksanakan di Pantai Baru, tetapi juga di lima lokasi pantai di Kabupaten Bantul lainnya, yaitu Pantai Pelangi, Pantai Baros, Pantai Samas, Pantai Goa Cemara, dan Pantai Pandansimo.

Rangkaian kegiatan lainnya adalah eksebisi perahu nelayan, yang diikuti oleh nelayan di Pantai Baru sebanyak 30 orang dengan 10 Perahu Motor Tempel, penyerahan prasasti tugu konservasi penyu untuk Penanda Konservasi Penyu di Pantai Pelangi, penyerahan hibah sarana penangkapan ikan bagi nelayan, penyerahan hadiah lomba produktivitas nelayan tingkat Kabupaten dan tingkat DIY, serta penyematan rompi Pokmaswas sebagai ujung tombak penyelamatan sumber daya ikan. (HMS/bendungan)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below