Peran Penting Advokat Sebagai Katalis untuk Penanaman Modal Asing Masuk ke Pasar Indonesia

Kabarjagad.id, Jakarta – Realisasi investasi asing di Indonesia sepanjang 2023 memecahkan rekor tertinggi penanaman modal asing (PMA) sekitar USD 50,27 miliar yang menandakan Indonesia menjadi salah satu negara favorit untuk perusahaan global berinvestasi[1]. Indonesia juga merupakan pasar yang menjanjikan untuk perkembangan bisnis perusahaan multinasional. Terbukti dengan nilai ekonomi digital yang terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Bahkan, saat ini nilai ekonomi digital Indonesia menempati posisi tertinggi di Asia Tenggara, mencapai USD 82 miliar sepanjang tahun 2023 berdasarkan data e-Conomy SEA 2023, disusul dengan Thailand sebesar USD 36 miliar dan Vietnam sebesar USD 30 miliar.[2]

Sejumlah investasi asing yang mengalir ke Indonesia tahun lalu antara lain adalah investasi asing di sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin, dan Peralatannya. Singapura menjadi negara dengan investasi terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sebesar USD 4,2 miliar pada kuartal I di tahun 2024. Sedangkan pada posisi kedua adalah Hong Kong dengan nilai investasi USD 1,89 miliar dan diikuti Tiongkok di posisi ketiga sebesar USD 1,87 miliar.[3]

Untuk membahas peluang investasi tersebut 100 advokat dari seluruh dunia hadir dalam World Law Group (LWG) Summit 2024 di Bali akhir Mei lalu. Sebagai tuan rumah, firma hukum Indonesia, Makarim & Taira S, menjadi fasilitator pembahasan jenis-jenis usaha yang terbuka untuk investasi asing, peluang investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) serta dukungan pemerintah Indonesia. Advokat yang menjadi salah satu pihak yang dihubungi investor di tahap awal sebelum berinvestasi, memegang peranan penting dalam mendorong mulusnya proses masuknya investasi asing ke pasar Indonesia.

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang hadir sebagai pembicara utama dalam sesi pembukaan WLG Summit 2024, menekankan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia menentukan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya. “Kualitas sumber daya manusia menjadi pertimbangan utama perusahaan multinasional untuk mengembangkan bisnisnya dan masuk ke pasar Indonesia. Kemampuan Indonesia dalam mengakomodir kebutuhan korporasi akan sumber daya manusia dengan kemampuan tinggi di bidangnya menentukan keunggulan yang ditawarkan Indonesia dibanding pasar lainnya di Asia Tenggara. Terkait kepatuhan aturan yang berlaku di Indonesia, advokat mengambil peran penting untuk memastikan mulusnya proses dalam berinvestasi di Indonesia,” ungkap Nadiem.

Andrew Ang, Co-Head of Merger & Acquisition Practice, Wong Partnership, sepakat bahwa sektor teknologi di Indonesia sangat menjanjikan. “Investor di Singapura berasal dari pengusaha lokal, besar maupun kecil, dan juga dari perusahaan multinasional yang telah mendirikan kantor pusatnya di Singapura. Mereka menganggap Singapura sebagai pusat keuangan yang stabil di Asia Tenggara dan dengan demikian merupakan yurisdiksi yang menarik untuk memasuki pasar Indonesia. Selain sektor teknologi yang berkembang dan banyaknya talenta wirausaha, investor juga melihat banyak potensi pada sumber daya alamnya. Dari sudut pandang akuisisi, perusahaan- perusahaan Indonesia telah menetapkan kerangka kerja, sistem, dan sumber daya, sehingga memudahkan investor asing untuk berintegrasi,” jelas Andrew.

Ia menambahkan bahwa advokat korporat Singapura yang berpengalaman umumnya mampu mendidik investor di Singapura tentang lingkungan bisnis di Indonesia karena pemahaman mereka terhadap budaya dan peraturan Indonesia. Mereka dapat memberikan gambaran mengenai berbagai aspek yang perlu diperhatikan sehubungan dengan memasuki pasar Indonesia seperti budaya bisnis, peraturan ketenagakerjaan serta uji kelayakan terkait ESG.

Maria Elisa Verri, Presiden WLG, mengatakan advokat firma hukum memainkan peran penting dalam memastikan proses penanaman modal asing berjalan dengan baik. “Para delegasi mengakui bahwa kebutuhan korporasi global seluruh dunia untuk masuk ke pasar Indonesia terus meningkat. Selain itu, konferensi ini merupakan kesempatan bagi para delegasi untuk berbagi ide dan mendapatkan informasi terkait perkembangan terkini mengenai regulasi dari sejumlah negara dimana mereka berada,” ungkapnya.

“Di tahun 2024 kami sangat optimis dengan komitmen Indonesia untuk pembangunan berkelanjutan dan diversifikasi ekonomi melalui target pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Saat ini, pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur dan usaha menarik investasi asing, sehingga menciptakan banyak peluang terutama bagi para profesional hukum untuk bekerja pada proyek inovatif. Suatu kehormatan bagi kami untuk menyelenggarakan WLG Summit 2024 dan bekerjasama dengan firma hukum berbagai negara sehingga memudahkan perusahaan internasional untuk masuk dengan mulus ke pasar Indonesia,” tutup Maria Sagrado, Managing Partner Makarim & Taira S.(dn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below