Wakil Bupati Gunungkidul Hadiri Acara Warga Kebonan Purwodadi

Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto didampingi oleh Panewu beserta Forkopim Kapanewon untuk mengikuti prosesi bersih Gunung Batur Watu Suweng.

Kabarjagad.id, Gunungkidul – Banyaknya kekayaan di Gunungkidul selain wisata pantainya, Gunungkidul juga menyimpan banyak sekali sejarah dan tempat-tempat peninggalan leluhur di masa lalu.

Agar tidak tergerus jaman, tentunya kita harus ikut andil dalam menjaga dan merawat peninggalan-peninggalan tersebut yang kedepan menjadi sebuah bukti dan cerita kepada anak cucu.

Salah satu petilasan yang ada di Gunungkidul adalah Petilasan Watu Suweng yang berada di Gunung Batur, Kebonan, Winangun, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus.

Watu Suweng, Suweng yang berarti anting-anting karena bentuk batu yang menyerupai anting-anting, yang dulunya sebagai Padasan (Tempat Cuci Tangan dan Kaki) untuk berwudhu Sunan Kalijaga.

Sebagai peninggalan yang perlu dijaga, Pokdarwis Pangruktihargo bersama masyarakat sekitar setiap Jumat Legi Pari Kuning melakukan gotong royong kerja bakti membersihkan petilasan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut hadir Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto didampingi oleh Panewu beserta Forkopim Kapanewon untuk mengikuti prosesi bersih Gunung Batur Watu Suweng, Jumat (20/1).Heri juga berkesempatan untuk ikut melakukan jamasan atau membersihkan petilasan Watu Suweng, dan kegiatan dilanjutkan dengan prosesi doa bersama.

“Saya mewakili Pemerintah Daerah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Purwodadi yang masih merawat peninggalan sejarah ini,” ujar Heri.

Bambang Sulur selaku ketua Pokdarwis Pangruktihargo Purwodadi mengatakan ada 63 anggota Pokdarwis yang turut serta menjaga dan merawat peninggalan tersebut.

Turut hadir juga Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kaibudayan) Agus Mantara yang dalam sambutannya berpesan untuk mendaftarkan petilasan Watu Suweng ini ke Dinas Kebudayaan.

“Sebagai peninggalan sejarah, Petilasan Watu Suweng ini bisa diangkat dan didata ke Dinas Kebudayaan, nanti bisa koordinasi dengan bidang sejarah dan legenda atau di peninggalan,”

Harapannya kedepan masyarakat senantiasa memilik kesadaran untuk menjaga dan merawat peninggalan-peninggalan leluhur sebagai bukti nyata sejarah jaman dulu yang dapat menceritakan ke generasi penerus.(dam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below