Cafe Corona Yang Tidak Terpengaruh Corona

KJ, Surabaya – Akibat status Zona Merah di Kota Surabaya menjadi lengang. Tidak hanya pusat perbelanjaan, jalann pun terlihat lengang. Namun, hal itu tak membuat Cafe Corona sepi. Setiap hari ada saja yang mampir meskipun hanya memesan segelas kopi.

“Tahun 2000 saya mendirikan kedai Corona disini. Baru pada tahun 2015 saya mengubahnya menjadi Cafe Corona. Jadi usaha kedai jadi cafe ini bukan karena merebaknya virus covid 19 yang cukup meresahkan,” ujar Ivone Eva, pemilik Cafe Corona di Jalan Kayoon Surabaya, Sabtu (21/3/2020).

Ivone menjelaskan bahwa sebagai warga Kota Surabaya dirinya turut prihatin dan berdoa agar wabah ini segera bisa tertangani dan berakhir. Dirinya bersyukur masih ada pelanggan yang mau menikamati hasil olahan usahanya.

“Kalau secara umum harus saya akui memang terjadi penurunan penghasilan. Tetapi kami masih bersyukur masih ada pembeli maupun pelanggan yang mampir ke cafe corona,” terangnya.

Menurut Ivone Eva dirinya ingin memberikan alternatif positif kepada warga kota pahlawan. Salah satunya adalah menurunkan harga menu dengan kualitas yang terbaik tetap terjaga. Dia menjamin bahwa segala jenis makanan dan minuman yang dijualnya higienis dan halal.e

“Makanan dan minuman Cafe Corona halal. Tetap mematuhi standar kesehatan, dan yang terpenting adalah harga murah meriah. Cukup sengan lima ribu rupiah anda bisa menikmati berbagai jenis kopi disini,” papar Ivone.

Untuk saat ini Cafe Corona memang buka dari pukul 09.00 wib hingga sore hari sekita r pukul 17.30 wib. Namun dirinya memiliki rencana, akan membuka cafenya sampai malam bahkan bisa 24 jam.

Saat ini yang terpenting turut prihatin dan bertahan hidup. Ivone menyadari bahwa dunia bisnis saat ini sedang lesu. Oleh karena itu Dia terus putar otak untuk mampu “survive” alias bertahan.

“Kalau ditanya suka dukanya pasti ada. Saya pernah mengalami pasang surut. Sempat buka katering, usaha di bidang batu permata san mutiara sambil tetap usaha cafe ini. Tapi ternyata keduanya memang bukan bidang saya,” beber perempuan murah senyum ini.

Ivonepun, melanjutkan usaha cafenya dengan menu andalan kopi serva lima ribu rupiah dan Bakmi goreng serta nadi goreng spesial ala cafe corona.

“Saya sih berharap kondisi virus  corona saat ini segera berakhir, sehingga pengunjung kafe terus meningkat,”ungkapnya.(Tris)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below