Awey : Pilihan Risma Belum Tentu Menang Pilwali

Posted by: Reply 59 Views

KJ,Surabaya – Meski dari beberapa polling publik menunjukkan elektabilitas Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi terus meningkat, namun nama Eri Cahyadi yang ditengarai pilihan Risma (Walikota Surabaya saat ini) belum tentu dapat memenangi Pilwali Kota Surabaya tahun 2020.

Politikus Partai Nasdem Surabaya yang juga Cawali Surabaya, Vinsensius Awey menilai, Eri Cahyadi yang didorong Bu Risma maju Pilwali Surabaya belum tentu memiliki potensi untuk menang saat Pilwali nanti. 

Hasil polling terbaru di Pilwali Surabaya menunjukkan jika sosok Kepala Bappeko Eri Cahyadi, yang sering disebut mendapat endorsement dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mendapatkan posisi ketiga.

Eri berada di posisi ketiga dengan raihan 7.1 persen. Tepat diatas Eri, ada nama Fandi Utomo dengan 46 persen dan Laksamana Untung Suropati dengan 13.5 persen.

Vinsensius Awey mengatakan, meskipun selama dua periode sering disebut berhasil dan dicintai masyarakat Surabaya, tapi calon yang didukung Bu Risma tidak bisa otomatis menang di Pilwali Surabaya. 

“Ada banyak faktor lainnya, tidak bisa begitu saja berpotensi menang Pilwali Surabaya.” ujarnya dalam percakapan singkat via whatsapp dengan kabarjagad.id, Selasa (26/11/19).

Ia menjelaskan, ada beberapa kriteria khusus bagi Wali Kota Surabaya ke depan. Salah satunya adalah memiliki visi atau sosok visioner. “Kalau Bu Risma ini tidak visioner. Beliau hanya bisa menata apa yang ada dan mempercantik,”terangnya.

Kalau visioner itu, kata Awey, salah satunya adalah Bupati Bondowoso. Dulu wilayah Bondowoso terkenal sebagai eksportir pemandu lagu, tapi sekarang mulai berkembang perekonomiannya. Itu karena Bupatinya atau Kepala Daerahnya visioner.

“Itu adalah syarat nomor satu untuk menjadi Kepala Daerah atau Wali Kota Surabaya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Awey menyebut jika syarat nomor dua adalah memiliki kemampuan manajerial yang baik. “Kemampuan visionernya tadi akan sia-sia jika tidak punya kemampuan ini,” tegasnya.

“Ketiga, adalah kemampuan komunikasi politik yang baik. Ini juga kelemahan Bu Risma. Tidak boleh seorang kepala daerah menunjukkan arogansi. Harus bisa bersinergi dengan semua pihak. Dengan partai-partai politik, lalu DPRD, juga dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat,” urai Awey.

Terakhir, anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 ini menyebut jika syarat keempat adalah logistik. “Ini penting ya. Tapi harus dikelola dan didapatkan sesuai regulasi yang ada,”ungkapnya. (Tris)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below