DPRD Bojonegoro Gelar Rapat Terkait BLT DBHCT

Kabarjagad, Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Gelar Rapat Kerja terkait BLT Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) di ruang gedung paripurna DPRD Bojonegoro, Jum’at (17/6/2022).

Rapat Kerja dipimpin oleh Wakil ketua I DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, Turut hadir Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Bojonegoro dari Federasi Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia,dan OPD.

Dalam rapat yang di gelar kemarin perwakilan dari para pekerja (buruh) Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FSPRTMM) mengadu kepada wakil rakyat DPRD Bojonegoro, hal itu dilakukan karena para pekerja pabrik rokok di Bojonegoro merasa gelisah mendapat kabar bahwa di kabupaten atau kota lain sudah menerima BLT DBHCT tahun 2021 dan meminta kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat segera merealisasikan Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) tersebut.

Sukur Priyanto Wakil Ketua DPRD Bojonegoro menjelaskan, bahwa di Kabupaten Bojonegoro, terdapat sekira 8.750 orang buruh pabrik rokok. Sementara, Pemkab baru menganggarkan sebesar Rp2,3 miliar. Hal itu dinilai belum cukup, karena belum bisa meng-cover semua pekerja pabrik rokok yang terdata, Para buruh pabrik rokok wajib disejahterakan sesuai amanat Peraturan Kementerian Keuangan (Permenkeu) 206 tahun 2020. Amanat Permenkeu itu harus segera diimplementasikan oleh Pemkab Bojonegoro dan baru 2.800 buruh yang dapat tercover, “katanya.

Sepanjang mereka para (buruh) memenuhi syarat untuk jadi penerima, kami akan selalu mengawal, akan di usahakan cari solusi di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2022, agar nanti semua pekerja pabrik rokok dapat menikmati BLT dari DBHCT, “tutur Sukur Priyanto.(im)
 
 
 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below