Jaring Aspirasi Warga, Dyah Katarina Temui Konstituen Via Teleconference

Anggota Komisi D DPRD kota Surabaya, Dyah Katarina S.Psi, M.Si (paling depan) saat teleconfrence kepada warga di masa reses, Jumat (19/06/20). Foto: Dok.Pribadi

KJ, Surabaya – Anggota DPRD Kota Surabaya pertengahan bulan Juni ini memasuki masa reses, dengan menyapa langsung masyarakat guna menyerap aspirasi.

Uniknya, karena kondisi di Surabaya dalam masa transisi PSBB menuju new normal, anggota dewan memanfaatkan teknologi informasi, dengan menyapa masyarakat via teleconference atau virtual zoom meeting.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Dyah Katarina, S.Psi, M.Si mengatakan, untuk masa reses disaat kondisi masih pandemi, memang hampir semua anggota dewan menyapa konstituennya secara virtual.

Hal ini, kata Dyah Katarina, guna memberi edukasi kepada warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu, social dan pysical distancing.

“Saya sendiri saat reses via virtual, menekankan kepada warga di Daerah Pemilihan atau Dapil 4 bahwa, betapa pentingnya disiplin protokol kesehatan dengan menggunakan masker jika berada di luar rumah, menjaga jarak dan hindari kontak fisik secara langsung.” ujar Dyah Katarina, politisi dari PDI Perjuanga Kota Surabaya saat di hubungi via ponsel, Jumat (19/06/20).

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya ini menambahkan, ketika melakukan Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) ketika reses dimasa pandemi ini memang sebaiknya tidak bertemu langsung dengan konstituen, agar Covid-19 tidak sampai menyebar kemana-mana.

“Untuk itu sekali lagi, masa reses kali ini saya menekankan kepada warga Kota Surabaya agar tetap patuh terhadap protokoler kesehatan.” tegasnya.

Hanya saja jika reses dilakukan via virtual, jelas Dyah Katarina, terkendala teknis seperti, tidak semuanya warga mau diajak sharing dengan teleconference karena keterbatasan fasilitas internet, zoom meeting.

Jadi, terang Dyah Katarina, kurang lebih satu minggu masa reses, sebelum teleconference dengan konstituen kami melakukan tracing untuk persiapan teleconference.

‘Unik memang reses kali ini, tapi ini yang terbaik kami lakukan disaat kondisi pandemi masih menghantui Kota Surabaya, serta disiplin protokol kesehatan. Jadi, meskipun tidak bertatap muka langsung dengan warga, namun aspirasi masyarakat tetap berjalan layaknya waktu normal sebelum pandemi.”ungkapnya.(Tris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below