Komisi A Hearing Dengan Warga Perumahan Benowo

KJ, Surabaya – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna menyayangkan kasus yang terjadi pada seorang warga yang membeli rumah di salah satu perumahan Benono tidak menerima sertifikat atas haknya 

“Sangat aneh ketika seorang warga yang sudah membeli dan sudah menyicilnya lunas melalui developer ke BPN selama 22 tahun ternyata tidak diberikan sertifikatnya,” ujar Ayu sapaan akrab Pertiwi Ayu Krishna, Kamis (18/11/2021).

Legislator murah senyum ini menyampaikan bahwa pihaknya berupaya pihaknya mengaku mencari tahu akar permasalahan tersebut, ternyata dari BPN sendiri tidak menyelesaikan masalah tersebut karena BPN tidak bisa hadir dan diwakilkan Kasi bersama notaris yang ditunjuk BPN.

“Ini sangat ironis kalau memang kita menyicil rumah pastinya sudah tahu blok mana luas berapa pastinya angsuran di KPR,  BPN pastinya sudah jelas bukan BPN menentukan kapling mana jelasnya akan tetapi akhirnya kapling itu tidak ada, dan nomer itu tidak jelas akhirnya dan tidak ada sertifikat,” ungkap Ayu

“Artinya BPN membuat suratnya berdasarkan pengaduan surat berdasarkan dari BTN dong,” sambungnya.

Legislator asal Fraksi Partai Golkar ini menegaskan bahwa  BPN tidak bisa menerbitkan surat karena tidak ada bukti dari BTN, karena sertifikat induk yang memegang hanya developer dan BTN pada saat developer itu mengajukan semuanya. 

“Siapa yang membeli melalui developer KPR nya melalui developer KPR nya BPN sudah ditunjuk pastinya sudah mengetahui nomer induk itu berapa?” ungkapnya 

“Itu sertifikat yang keberapa dan itu dipecahnya bagaimana pada saat pengajuan BPN,” tegasnya. 

Oleh sebab itu, Komisi A DPRD Kota Surabaya  justru curiga kenapa tidak diterbitkan sertifikat itu dan tidak jelas. Ternyata, kata dia tanah itu tidak ada sertifikatnya menurut BPN. 

Lantas ia menanyakan, bagaimana bisa mencicil selama 20 tahun dan lunas kalau tidak disebut blok -bloknya padahal dari waktu nyicil sudah ada bloknya dan nomernya 

“Artinya sertifikat itu dipecahnya dari induk,” terang Ayu.

Untuk itu, Ayu menghimbau kepada semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini. 

“Mereka butuh untuk hak warisnya kepada anak – anaknya. Janganlah menyengsarakan satu orang atau jangan – jangan masalah seperti ini masih banyak lagi,” tandas dia.(djp)
 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below