Komisi B: Penutupan Pasar Keputran Preseden Buruk Bagi Keberadaan Pasar Di Surabaya

Posted by: Reply 302 Views

KJ,Surabaya – Pemkot Surabaya akan menutup sementara Pasar Keputran selama satu Minggu, mulai Selasa tanggal 21-28 Juli 2020.

Penutupan tersebut ini lantaran Pasar Keputran akan dilakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan. Sebab, sebelumnya di Pasar Keputran Utara ditemukan adanya pedagang yang positif Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi B DPRD kota Surabaya, John Thamrun menilai, penutupan sementara Pasar Keputran akan menjadi preseden buruk bagi keberadaan pasar-pasar lainnya yang ada di Surabaya.

“Akan lebih bijaksana jika Pasar Keputran tidak ditutup, melainkan lebih kepada ketatnya pengawasan protokol kesehatan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya, bukan ditutup.” ujarnya di Surabaya, Senin (20/07/20).

Ia menambahkan, mata rantai distribusi barang yang masuk ke Pasar Keputran akan lumpuh sementara, jika pasar ikonik Surabaya ini ditutup meski hanya sepekan ditutupnya.

Politisi PDI Perjuangan Kota Surabaya ini justru mempertanyakan Pemkot Surabaya, selama pandemi Covid-19 mengapa harus pasar tradisional yang ditutup, dan kini gilirannya Pasar Keputran ditutup sementara.

Seharusnya, terang John Thamrun, sentra pasar tradisonal tetap beroperasi, dengan pengawasan ketat dari Pemkot Surabaya dan petugas di lapangan terhadap protokol kesehatan di pasar.

Pengawasan tersebut, kata John Thamrun, harus dilakukan oleh petugas secara terus menerus tidak hanya satu dua jam saja, agar pembeli dan pedagang bisa termonitor dalam menjalankan disiplin protokol kesehatannya selama berada di pasar.

“Ini yang tidak dilakukan oleh Pemkot Surabaya, soal pengawasan disiplin protokol kesehatan di pasar, bukan langsung pasar ditutup begitu saja, itu namanya Pemkot tidak memperhatikan keberadaan wong cilik.”tegasnya.

John Thamrun kembali menegaskan, sangat tidak efektif Pasar Keputran ditutup sementara, karena terindikasi pedagang terkonfirmasi Covid-19.

“Yang harus dilakukan Pemkot Surabaya seharusnya pengawasan ketat protokol kesehatan di setiap pasar, tanpa harus mematikan roda geliat ekonomi pasar yang ada di Surabaya.”ungkapnya.(Tris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below