Pengamat: Tokoh Lokal Yang Sudah Dikenal Erat Oleh Publik Berpotensi Menangkan Pilwali Surabaya

Posted by: Reply 111 Views

Balaikota Surabaya.(Foto:Dok.)

KJ, Surabaya – Memasuki masa transisi PSBB New Normal, atmosfir politik jelang Pilwali Kota Surabaya kembali memulai memanas.

Mesin partai politik sudah mulai dipanaskan sejak lama diam, sejak bencana wabah virus corona Covid-19 menghantam Kota Pahlawan ini.

Banyak pengamat politik di Surabaya menilai, denyut nadi politik jelang Pilwali Kota Surabaya kembali berdetak, seiring diperbolehkannya masyarakat beraktifitas seperti biasa saat ketika normal, dengan tetap disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan.

Pengamat politik Edward Dewaruci mengatakan, saat ini banyak calon Walikota Surabaya mengklaim banyak memiliki dukungan masyarakat.

“Itu sih bisa aja tapi coba dilihat hasil Pemilu 2019 tiap TPS pasti kelihatan mana jaringannya yg bekerja dan menghasilkan suara, karena simpul tiap wilayah pasti ada recordnya.”ujarnya kepada media via ponsel, Rabu (17/06/20).

Ia menambahkan, terlebih kalo untuk Pilkada pemilih Surabaya ini sudah cerdas, gak bisa ditipu malah bisa-bisa calonnya yang tertipu.

Ia menganalisa, Konstelasi politik jelang Pilwali Surabaya pasti berubga, tidak bisa jadi patokan hasil suara partai di TPS tahun 2019, dimana nanti kantong-kantong suara dikampung itu tidak harus RT/RW, namun tokoh-tokoh panutan dalam politik itu ada sendiri.

Edward Dewaruci kembali mengatakan, saat Pilwali Surabaya pemilih terbesar usianya antara 17-45 mereka mesti didekati dengan cara mengenal apa maunya, jangan kemudian para politisi menilai suara mereka bisa dibeli dgn 100-200 ribu rupiah (money politik).

“Merebut hati mereka atau pemilih itu yang sulit, karena akan ada prinsip, ambil uangnya jangan pilih calonnya.”tegas Edward Dewaruci.

Saat ditanya apakah calon yang memiliki jaringan kuat di perkampungan berpotensi besar menang dalam Pilwali Surabaya, Ia menerangkan, betul sekali ada ribuan tokoh lokal yang sangat berpengaruh di wilayah-wilayah perkampungan itu yang akan menentukan siapa memenangkan pertarungan Pilwali Surabaya.

Karena, jelas Edward Dewaruci, tidak ada partai yang punya massa kalo ukurannya Kartu Tanda Anggota ternyata gak nyambung sama perolehan hasil di tiap-tiap TPS.

“Dari pengalaman beberapa kali Pilpres dan Pilgub sebelum 2019 ternyata gak menjamin, Tapi kita bisa lihat di menejemen partai nya juga apakah mampu mempertahankan nilai-nilai ideologisnya, sehingga bisa membangun loyalitas terutama di level grass root.”ungkapnya.(Tris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below