Pelepasan gerak jalan Peleton Beranting (Tonting) Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ) 2025 di Lapangan Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Malang. (Ist)
Kabarjagad, Malang – Semangat juang Korps Infanteri membakar suasana di Lapangan Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Malang, Selasa (16/12/2025). Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, secara resmi memimpin upacara pelepasan gerak jalan Peleton Beranting (Tonting) Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ) Tahun 2025.
Kegiatan kolosal yang mempertemukan ribuan prajurit terbaik dari jajaran Kodam V/Brawijaya dan Kostrad ini bukan sekadar napak tilas sejarah, melainkan simbol kekuatan fisik dan mental baja prajurit Infanteri.
Dalam amanat Pangdam V/Brawijaya yang dibacakannya, Mayjen TNI Susilo menegaskan bahwa momentum Tonting adalah sarana krusial untuk memperkokoh jati diri prajurit.
“Momentum ini bukan sekadar tradisi, melainkan sarana untuk memperkokoh mental, fisik, dan jiwa korsa seluruh prajurit korps Infanteri,” tegas Panglima di hadapan barisan pasukan yang tampak gagah.
Panglima juga menekankan tiga poin utama yang wajib dijunjung tinggi selama perjalanan:
* Disiplin Tinggi: Mencerminkan sikap dan perilaku prajurit sejati.
* Profesionalisme: Menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap penugasan.
* Menjaga Citra TNI: Menghindari tindakan yang dapat merusak nama baik institusi.
Pesan paling mendalam yang disampaikan adalah mengenai hubungan TNI dengan masyarakat. Mayjen TNI Susilo mengingatkan agar seluruh peserta Tonting tetap rendah hati dan menyatu dengan warga yang mereka lalui di sepanjang rute.
“Jadilah prajurit yang dicintai rakyat, bukan ditakuti atau dihindari,” ucap jenderal bintang dua tersebut dengan lugas.
Antusiasme warga Malang terlihat luar biasa saat pemberangkatan. Sorak-sorai masyarakat memberikan energi tambahan bagi para prajurit yang memulai perjalanan panjang mereka.
* Start: Lapangan Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Malang (16 Desember).
* Finish: Lapangan Trowulan, Mojokerto (19 Desember).
* Peserta: Ribuan personel gabungan Kodam V/Brawijaya dan Kostrad.
Perjalanan sejauh puluhan kilometer ini dijadwalkan berakhir pada 19 Desember mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Infanteri, sebagai simbol penghormatan atas pengabdian tanpa batas Korps “Baret Hijau” kepada NKRI. (han)












