Kabarjagad, Jerman – TNI AL resmi menambah kekuatan armada tempurnya dengan alutsista canggih buatan Jerman.🇩🇪 Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma memimpin langsung upacara peresmian KRI Canopus-936 di galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder.
Dalam kunjungan tersebut, Wakasal Erwin melaksanakan serangkaian prosesi penting, mulai dari pemberian nama (shipnaming), penandatanganan serah terima (delivery), hingga peresmian masuknya kapal ke jajaran TNI AL.
Pihak galangan menyelesaikan pembangunan kapal BHO (Ocean Going) atau kapal survei hidro-oseanografi ini dalam kurun waktu tiga tahun. Mengenai penamaan, TNI AL menyematkan nama bintang “Canopus”. Mereka berharap simbol bintang tersebut menjadi penunjuk arah keselamatan bagi 93 prajurit pilihan yang mengawakinya.
Wakasal Erwin dalam amanatnya membacakan pesan strategis dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Ia menjelaskan, kehadiran kapal ini merupakan bagian vital dari modernisasi kekuatan matra laut.
“Kapal ini berperan penting dalam meningkatkan maritime domain awareness nasional melalui survei dan pemetaan hidrografi serta oseanografi,” ujar Wakasal Erwin mengutip amanat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.Â
Wakasal Erwin menegaskan, meskipun berstatus aset non-kombatan, KRI Canopus-936 memegang peran kunci. Kapal ini bertugas mendukung keselamatan pelayaran, pertahanan, serta pengelolaan ruang laut Indonesia.
Pada momen bersejarah tersebut, Wakasal Erwin juga melantik Kolonel Laut (P) Indragiri Yani Wardhono sebagai komandan KRI Canopus-936 yang pertama. Pelantikan ini menandai kesiapan penuh para pengawak kapal dalam menjalankan tugas negara.
Sebelum peresmian ini, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana DR Muhammad Ali, SE,,M,,M,M,Tr,Opsla, telah membeberkan estimasi kedatangan kapal tersebut di tanah air. Ali menyampaikan hal ini saat membuka rapat pimpinan (rapim) TNI AL di Jakarta, sehari sebelumnya.
“KRI Canopus bisa hadir mungkin pada April pertengahan atau Mei,” ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana DR Muhammad Ali, SE,,M,,M,M,Tr,Opsla.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana DR Muhammad Ali, SE,,M,,M,M,Tr,Opsla,menyebut kedatangan armada baru ini menjadi fokus utama modernisasi TNI AL tahun ini. Selain KRI Canopus-936, TNI AL juga menanti kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321, kapal jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) buatan Italia yang targetnya tiba pada April mendatang.
Kapal ini tidak hanya membawa teknologi Jerman, tetapi juga membawa hasil karya anak bangsa. Perusahaan galangan nasional, PT Palindo Marine, mengerjakan pembuatan badan kapal (lambung) sejak 2023 sebelum mengirimnya ke Jerman untuk pemasangan sensor.
Komandan Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya Budi Purwanto saat meninjau kapal ini pada November lalu memastikan KRI Canopus-936 membawa peralatan survei kelas dunia.
KRI Canopus-936 menggendong kendaraan bawah air nirawak atau Autonomous Underwater Vehicle (AUV), kendaraan bawah air pengendali jarak jauh (ROV), hingga pesawat nirawak udara (UAV). Kombinasi alat ini memungkinkan kapal memetakan dasar laut dalam dan mendeteksi rintangan bawah air dengan akurasi tinggi.
“Setiap alat harus melalui uji sesuai standar. Kemampuan membaca kedalaman dan akurasi data harus jelas terukur,” Tegas Budi kala itu.(@Budi_Rht)Â












